Berita Desa

[PUISI]: TAFAKUR RAMADHAN

"Tafakur Ramadhan"

 

Aku berlarian dari Sya'ban

Menemui cinta kasih Ramadhan

Menyemai rindu 30 hari kedepan

Bersama syukur atas kemenangan

Bersamamu penuh ampunan

Melimpahkan hidup penuh harapan

Sambutlah wahai orang-orang beriman

 

Ramadhan kembali mengucap salam

Sukacita datang di segala penjuru alam

Waktupun kembali ditanam

Menutup nafsu-nafsu syaitan

Bersama langkah sabar nan tawakal

Sembari membalut dosa dengan iman

Senandung takbirpun bergema dari bawah atap-atap kehidupan

 

Ramadhan memelukku hangat

Ia basuh, ia sucikan

Kini ada ribuan elusan dada yang bernafas lega

Melihat angkasa sesak dengan puja do'a

Di sela-selanya ada saja tangis hamba yang gamang akan neraka

Syaitan telah dibutakan, pintu-pintu surga dilebarkan

Jemari-jemari lentik sang pemohon bertebaran

 

Malampun tampak sunyi,namun kaya akan riuh ummat

Ia terabadikan dengan sudut-sudut yang ramai akan gaung zikir

Saat ini sendiri menjadi tafakur paling sempurna

Melihat Ramadhan hampa tanpa tarawih juga witir

Wabah yang tak berkesudahan semakin mengerikan

Pelan-pelan, temali silaturahmi di putuskan

Pelukan dan jabat tangan adalah senjata ampuh nan mematikan

 

Mereka tamu jauh yang datang menyebrangi lautan

Lolos razia dari mata para hamba juga sultan

Rasanya ingin membenci tapi tetap saja mereka ciptaan tuhan

Menginginkan manusia menemukan Allah dalam kesendirian

Membiarkan tangan-tangan yang bersimbah dosa

Menengadah meminta pertolongan pada sepertiga malam

Pada kesendirian yang semakin mendekatkan pada Tuhan

 

Barangkali ini kisah Ramadhan penuh cobaan

Dimana Kubah-kubah menangis kosong tak bertemu insan

Sautan rindu jamaahpun terabaikan

Karena eliminasi hidup semakin tak terelakkan

Suasana 2020 akan menjadi catatan

Bahwa ini tanda kemurkaan

Sebagai datangnya peringatan

 

Karya: Mita Setiawati_KTTHBS

Beri Komentar